A CAPTAIN ALWAYS KNOWS WHAT TO DO

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Demikian ditulis Nurkolis dalam bukunya “Manajeman Berbasis Sekolah: Teori, Model dan Aplikasi”. Dan tugas utama dan pertama seorang pemimpin adalah memimpin anggotanya. Jika sang pemimpin seorang manager maka ia akan memimpin rekan kerja yang berada dalam unit yang dipimpinnya, bagi para direksi maka ia akan mempin perusahaan termasuk para karyawannya, dan bagi para pemimpin publik (gubernur, bupati, walikota, presiden) maka ia memimpin wilayah atau daerah termasuk para rakyatnya. Kesemuanya dalam upaya meraih tujuannya.

Dalam tulisan kecil di www.kompasiana.com, Rose menulis: Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi “LEADER”, yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Dan LEAD meiliki makna:

L:oyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.

E:ducate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan pengetahuan pada rekan-rekannya.

A:dvice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada

D:isipline, memberikan ketauladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.

Bagi yang pernah menonton film U-571 mungkin akan teringat ucapan Chief Gunners Mate Klough kepada Lieutenant Andrew Tyler yang saat itu memimpin U-571 milik angkatan laut Jerman yang diambil alih oleh awak S-33 US Navy. Chief Klough secara pribadi menegur Lieutenant  Tyler, dengan kalimat “A captain always knows what to do, whether he does or not,” . Teguran Chief Klough ini setelah Lieutenant  Tyler berkata, “I don’t know”  saat kru yang tersisa bertanya apa yang harus mereka lakukan dalam kondisi kapal selam yang rusak dan berada di tengah-tengah samudra yang penuh kapal perusak Amerika Serikat (Mengingat mereka berada di kapal selam Jerman).

Sebagai pengetahuan, pangkat Lieutenant dalam angkatan laut Amerika Serikat adalah setara pangkat Kapten di angkatan laut Indonesia, serta pangkat Chief Gunner’s setara Sersan Mayor, dan sebutan Captain cenderung mengacu kepada Nahkoda selain merupakan sebuah kepangkatan di US Navy yang setara Kolonel.

Sekelumit dialog di dalam film U-571 di atas mengingatkan kita bahwa pemimpin adalah kendali utama organisasi yang tidak diperkenankan untuk menunjukkan ketidakcakapannya atau ketidaktahuannya. Jika pemimpin tidak tahu dalam menghadapi masalah, siapa yang diharapkan memecahkan masalah tersebut? Anggota tim? Tanpa kepemimpinan sang pemimpin? Jika demikian buat apa ada ditunjuk seorang pemimpin?

Pemimpin ditunjuk karena senioritasnya, pengetahuannya, pengalamannya, pendidikannya, dan keteladannya. Beberapa pemimpin dipilih oleh anggotannya/rakyatnya dan diberikan kepercayaan penuh dengan penuh harap untuk dapat menjadi garda terdepan dalam memecahkan kondisi apapaun yang dihadapi organisasi termasuk anggotanya/rakyatnya.

Sangat tidak pantas jika seorang direksi perusahaan  menyampaikan pesan terbuka kepada karyawannya, ”Saat ini saya sedang khawatir. Gelombang yang telah dikhawatir sejak beberapa tahun terkahir telah tiba. Kini telah bersiap pesaing baru di industri perusahaan kita, mereka memiliki kemampuan lebih dan dapat mnghasilkan produk dengan harga jauh lebih murah dari produk perusahaan kita. Maka bersiap-siaplah, gelombang serangan pesaing ini cepat atau lambat akan menimbulkan guncangan bagi perusahaan”.

Atau jika seorang pemimpin publik dalam konferensi pers yang ditayang secara langsung di televisi nasional menumpahkan kegalauan hatinya atas serangan kritik yang bertubi-tubi kepada dirinya.  Meminta rakyatnya untuk dapat memaklumi kesulitan mengatasi problematika saat ini.

Duh sungguh tidak pantas. Sungguh tidak pantas seorang pemimpin meminta para karyawannya atau para rakyat memikirkan kesulitan yang dihadapi organisasi apalagi meminta solusinya.

Strategi adalah wilayah para pemimpin. Pemimpin memiliki para pembantu untuk menjabarkan strategi yang disusunnya. Para pembantu pemimpin yang akan mengkoordinasikan para anggota organisasi (karyawan, rakyat, prajurit, dll) untuk mewujudkan tujuan organisasi atas dasar strategi yang ditetapkan pemimpin.

Maka para sahabatku, para pemimpin (setidaknya bagi diri kita sendiri). Mulailah bersikap selayaknya seorang pemimpin.

Bandung, 21 Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.